Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    Desember 2016
    S S R K J S M
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Kategori

GEMPABUMI HALMAHERA BARAT

AKTIVITAS gempabumi yang berlangsung terus menerus di Halmahera Barat, sejak tanggal 16 November 2015, hingga hari ini Sabtu 21 November 2015 masih terus berlangsung. Hingga hari Sabtu malam, total aktivitas gempabumi yang terjadi sudah mencapai 469 kejadian dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman hiposenter.

Beberapa aktivitas gempabumi signifikan, guncangannya dirasakan hingga mencapai III – IV MMI. Gempabumi signifikan dirasakan hingga menimbulkan kerusakan, tercatat sudah terjadi sebanyak 9 kali. Pada tanggal 19 November 2015 terjadi 1 kali gempabumi dirasakan dengan kekuatan M=4,1. Selanjutnya pada tanggal 20 November 2015 terjadi 5 kali gempabumi dirasakan dengan kekuatan M=4,6, M=3,6, M=4,0, M=4,9, dan M=4,0. Pada tanggal 21 November 2015 masih terjadi gempabumi signifikan dirasakan sebanyak 3 kali dengan kekuatan M=4,5, M=4,7 dan M=4,0.

Rentetan peristiwa gempabumi signifikan yang mengguncang Kabupaten Halmahera Barat telah menimbulkan kerusakan pada ratusan bangunan rumah. Kerusakan bangunan rumah yang diakibatkan oleh peristiwa gempabumi yang terus terjadi ini, dilaporkan sudah mencapai 350 unit di Kecamatan Jailolo. Kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Desa Bobanehena dengan rincian: rusak ringan (276 unit), rusak sedang (53 unit), dan rusak berat (21 unit).

Tingginya frekuensi kejadian gempabumi, dengan distribusi besaran magnitudo yang hampir sama, mengarah kepada dugaan bahwa gempabumi yang terjadi di Halmahera Barat ini merupakan tipe swarm. Swarm adalah tipe gempabumi yang tidak memiliki gempabumi utama (mainshocks), sehingga sulit untuk mengenali yang mana gempabumi pendahuluan (foreshocks) dan yang mana gempabumi susulannya (aftershocks).

Hasil analisis mekanisme sumber pada beberapa gempabumi signifikan menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sebuah mekanisme patahan turun (normal fault) dengan kecenderungan strike berarah utara-selatan. Dari hasil analisis ini diperkirakan ada sebuah mekanisme depresi lokal yang terjadi di bawah permukaan di zona gempabumi.

Kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu dan prediksi-prediksi spekulatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi terkait gempabumi dan tsunami benar-benar bersumber dari BMKG dan UPT BMKG setempat.***

@daryonobmkg

 
%d blogger menyukai ini: