Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    Februari 2016
    S S R K J S M
    « Jan   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    29  
  • Kategori

PENJELASAN GEMPABUMI SUMBA 12 FEBRUARI 2016

Posted by Daryono pada Februari 12, 2016

PENJELASAN GEMPABUMI SUMBA BARAT 12 PEBRUARI 2016

Hari Jumat, tanggal 12 Pebruari 2016, pukul 17.02.24 WIB wilayah Pulau Sumba diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,6.

Pusat gempabumi terletak pada koordinat 9,77 lintang selatan dan 119,34 bujur timur, tepatnya di lepas pantai, pada jarak 14 km arah baratdaya Sumba Barat pada kedalaman hiposenter 60 kilometer.

Guncangan gempabumi ini dirasakan dalam skala intensitas V-VI MMI di Waikabubak Sumba Barat, III-IV MMI di Bima, II-III MMI di Denpasar, dan III MMI di Dompu dan Mataram. Skala intensitas di Sumba Barat sebesar V-VI MMI ini merupakan hasil pemodelan peta tingkat guncangan (shakemap), karena wilayah Sumba Barat saat ini belum dapat dihubungi melalui telfon. Dengan nilai intensitas gempabumi V-VI MMI ini diperkirakan terjadi kerusakan pada bangunan yang tidak standar. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai dampak gempabumi karena sulitnya komunikasi di daerah gempabumi.

Gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi interplate dengan hiposenter menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sebuah aktivitas sesar naik (thrust fault). Data parameter sesar menunjukkan nilai Strike= 97, Dip=61, dan Slip= 99. Nilai ini menggambarkan adanya sebuah pola penyesaran yang berarah barat-timur.

Jika kita tinjau hiposenter gempabumi ini pada peta tektonik setempat, tampak bahwa sumber gempabumi ini terletak di zona transisi antara zona megathrust ke zona Benioff, dari zona penyusupan lempeng landai menuju zona penyusupan lempeng curam di lepas pantai selatan Sumbawa Barat.

Hingga saat ini sudah terjadi 2 kali gempabumi susulan (aftershocks) dengan kekuatan M=3,9 dan M=3,3. Berdasarkan data gempabumi susulan ini tampak bahwa kekuatan gempabumi susulan semakin mengecil.

Berdasarkan data parameter magnitudo dan kedalaman hiposenter gempabumi ini, serta modeling tsunami yang dilakukan, menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Untuk itu, masyarakat pesisir Sumba dihimbau agar tetap tenang.***

Dr. Daryono, S.Si.,M.Si.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @daryonobmkg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: