Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    November 2013
    S S R K J S M
    « Jul   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Kategori

WASPADA BENCANA AWAL MUSIM HUJAN

Posted by Daryono pada November 17, 2013

Oleh Daryono

EJAK pekan pertama Oktober 2013, sebagian besar wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan sebagian Sumatera Selatan sudah diguyur hujan. Hujan deras yang berlangsung beberapa hari pada pekan ketiga Oktober lalu telah memicu bencana alam banjir. Puluhan ribu penduduk mengungsi, ribuan hektar sawah dan rumah terendam.

Terjangan banjir di Sumatera merupakan sebenarnya sudah diprediksi. Berdasarkan prakiraan awal musim hujan yang dipublikasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak September 2013, musim hujan 2013/2014 di Indonesia diawali dari wilayah Sumatera bagian utara, bergerak ke Sumatera bagian barat, selanjutnya ke selatan.

Sebanyak 22 zona musim di Sumatera, mengalami musim hujan yang di mulai pada awal bulan Oktober 2013. Zona itu mencakup Aceh Besar, Aceh Tengah, sebagian Aceh Timur, Aceh Tamiang, Tanah Datar, Kampar bagian barat laut, Merangin, Batanghari, sebagian besar Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Way Kanan, Tulang Bawang, dan Lampung Tengah bagian Timur.

Kita perlu siaga, belajar dari kasus Sumatera. Mengingat lebih dari 100 zona musim di wilayah di Indonesia masih dihadapkan kepada kondisi awal musim hujan. Potensi bencana alam akibat faktor hidrometeorologis seperti banjir bandang, banjir genangan, tanah longsor, dan angin kencang masih tetap akan membayangi sebagian besar wilayah Indonesia selama berlangsungnya musim hujan 2013/2014.

Apakah musim hujan tahun ini diatas normal hingga dapat memicu bencana alam yang lebih luas? Kondisi normal hingga La Nina lemah akan dominan hingga pertengahan 2014. Jadi, pada kisaran normal. Sementara, prediksi Dipole Mode Indeks (DMI) pada bulan Agustus hingga Desember 2013 berada pada kondisi normal hingga negatif kuat. Uap air dari Samudera Hindia menuju wilayah Indonesia berpotensi bertambah.

Diprakirakan monsun Asia akan melemah pada Maret hingga April 2014. Posisi Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ) pada akhir Juli 2013 masih berada di sebelah utara ekuator dan cenderung bergerak ke arah selatan menuju garis ekuator. Posisi tersebut cukup sesuai dengan kisaran rata-rata, sehingga potensi kejadian musim hujan di beberapa wilayah diprakirakan akan cenderung normal.

Sementara itu, wilayah perairan di sebelah barat Sumatera, sekitar Pulau Jawa dan sebelah Selatan Kepulauan Maluku dan Papua Barat diprakirakan akan tetap hangat hingga November 2013 dengan anomali suhu berkisar +0.5°C s/d +1deg;C, namun selanjutnya akan berada pada kisaran normal.

Awal Musim Hujan
Berdasarkan hasil analisis data hujan periode 30 tahun terakhir dan pertimbangan kondisi fisis dinamika atmosfer dan suhu muka laut di wilayah Indonesia tersebut, disusunlah Prakiraan Musim Hujan 2013/2014. Rata-rata awal musim hujan di Indonesia umumnya dimulai pada bulan Oktober-November 2013. Prakiraan menunjukkan bahwa, untuk awal musim hujan yang sudah dimulai pada bulan Oktober 2013 terjadi di 22 zona musim di Sumatera, 61 zona musim di Jawa, 4 zona musim di Bali, 3 zona musim di NTB , 1 zona musim di NTT, 13 zona musim di Kalimantan, 12 zona musim di Sulawesi, 4 zona musim di Maluku dan 4 zona musim di Papua.

Zona musim dengan awal musim hujan jatuh pada November masih cukup banyak. Secara detail, zona musim ini meliputi:6 zona musim Sumatera (Lampung Utara bagian selatan, sebagian Lampung tengah, Metro, dan Lampung timur), 43 zona musim di Jawa (Jawa barat bagian utara, Bagian utara Pemalang/Pekalongan, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Yogjakarta, Jawa Timur bagian utara, dan Madura), 8 zona musim di Bali (sebagian besar Jembrana, sebagian Buleleng, Bangli bagian utara, sebagian Karangasem, Bangli/Gianyar/Klungkung bagian selatan, dan Nusa Penida), 10 zona musim di NTB (sebagian besar P. Lombok, sebagian besar Sumbawa Barat, sebagian Sumbawa Besar), 16 zona musim di NTT (sebagian besar Nusa Tenggara Timur), 3 zona musim di Kalimantan (Kalimantan Selatan bagian timur, Kutai Timur bagian timur, Berau bagian tenggara, dan P. Laut), 11 zona musim di Sulawesi (Polewali Mamasa, Kota Majene, sebagian Enrekang, Bulukumba, Selayar, Kendari Selatan, Kota Kendari, P. Buton, dan Minahasa) dan 1 zona musim di Maluku Tenggara.

Zona musim yang awal musim hujannya jatuh pada Desember kebanyakan terdapat di Indonesai bagian timur. Zona musim ini meliputi:1 zona musim di Sumatera (Lampung timur bagian selatan), 1 zona musim di Jawa (Indramayu bagian utara), 1 zona musim di Bali (Buleleng bagian barat), 8 zona musim di NTB (Sumbawa besar bagian Timur Laut, Dompu, dan Raba), 6 zona musim di NTT (Sikka bagian utara, Flores Timur, Alor, dan Sumba Timur bagian utara), 5 zona musim di Sulawesi (sebagian Mamuju Utara, Jeneponto, P. Muna).

Selanjutnya, 6 zona musim di Maluku dan Papua (Buru bagian utara, Seram bagian utara, Maluku Tenggara bagian barat, Manokwari bagian selatan, Teluk Bintuni bagian timur dan Merauke). Selain itu, ada beberapa zona musim lain di Indonesia yang awal musim hujannya pada Januari-April 2014, tapi sedikit.***

Penulis adalah Doktor peneliti di BMKG

Dimuat di Koran Jawa Pos 6 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: