Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

Tsunami Dahsyat Pulau Seram 1674

Posted by Daryono pada Juli 16, 2012

Tsunami Dahsyat Pulau Seram 1674

Oleh Daryono, S.Si.,M.Si., Dr.

Tsunami Pulau Seram terjadi pada tanggal 17 Februari 1674. Tsunami ini dibangkitkan oleh gempabumi tektonik dengan kekuatan M = 8,0 Skala Richter. Pusat gempabumi ini terletak pada titik kordinat 3,50 LS dan 128,2 BT, atau tepatnya pada jarak 22,8 kilometer arah utara kota Ambon. Gempabumi dan tsunami ini menurut laporan Rynn (2002) menelan korban jiwa meninggal sebanyak 2.970 orang.

Peristiwa dahsyatnya peristiwa gempabumi dan tsunami Pulau Seram tahun 1674 terdokumentasi dengan baik dalam sebuah buku yang berjudul “Waerachtigh Verhaeel van de Schricklijke Aardbevinge, Nuonlanghs eenigen tyd herwerts, ende voor naemntlijck op den 17, February des Jaers 1674. voorgevallen, In/en ontrent de Eylanden van Amboina.” Buku ini diterbitkan berdasarkan laporan G.E. Rhumpius (laporan selesai ditulis pada th. 1675) pada tahun 1998. Dibawah ini adalah cuplikan kisah yang yang menggambarkan peristiwa gempabumi dan tsunami Pulau Seram pada saat itu.

Sebetulnya gempabumi dimulai pada bulan Oktober 1671, benteng Hollandia di Sori-sori hancur, gunung-gunung pada runtuh, tanah retak-retak sedalam pohon kelapa. Getaran-gataran kuat bumi tidak pernah benar-benar berhenti. Pada Tanggal 12 Juli 1673 bumi tiba-tiba bergetar keras, suara bergemuruh aneh menakutkan disertai ledakan petir tajam mendesis menghantam pohon dan kastil. Tiupan angin kencang berubah-ubah arah sehingga kapal layar di lepas pantai pun menjadi sulit dikendalikan.

Pada awal tahun 1674, kemurkaan Tuhan mulai di Ternate dengan getaran-getaran dan gempabumi serta pengangkatan tanah, sedang Gunung Gamgonora (di Pulau Halmahera) yang besar meletus, segala sesuatu disekitarnya, manusia, dan segalanya ambruk dan hilang. Sejumlah besar ikan dari kedalaman tak terduga dihempaskan jauh kehutan-hutan.

Namun sehebat-hebatnya dan menakutkan gempa yang sudah terjadi, belum seberapa dibandingkan dengan kejadian 17 Februari 1674. Sabtu sore sekitar pukul 19.30. di Leytimor, Hitu, Nusatelo, Seram, Buro, Manipa, Amblau, Kelang, Bonoa, Honimoa, Nusa Laut dan sekitarnya diguncang gempabumi dahsyat, orang-orang yang sedang merayakan Hari Raya bejatuhan tumpang tindih karena tanah naik turun seperti gelombang laut. Bangunan tinggi ambruk tinggal puing-puing saja, menewaskan banyak orang termasuk istri dan anak perempuan G.E. Rumphius.

Pemandangan mengenaskan menghantam Ambon pada tanggal 17 Februari 1674, Sabtu sore, ketika diadakan kebaktian do’a. Cuaca cerah dan terang bulan. Orang-orang Cina sedang suka cita bersenang merayakan Tahun Barunya. Tiba-tiba mendadak tersentak, bumi naik turun dengan keras, membunuh dan menguburkan orang-orang yang sedang pesta itu di bawah puing-puing rumah batu yang tiba-tiba ambruk hancur luluh lantak.

Kejadian di daerah Hitu bahkan lebih menakutkan lagi. Banyak masyarakat menyaksikan kemunculan air yang tiba-tiba terkumpul di tempat tanah yang longsor. Segalanya roboh termasuk menara yang berdiri kokoh di atas bukit yang menantang gunung-gunung. Gelombang air menerjang, dan tsunami itu menyapu bersih segalanya, menengelamkan 2.000 orang dan menghisap pohon dan segala sesuatu yang ada di permukaan ke perut bumi. Daerah-daerah berbukit di Lebalehu dan Semalu yang terletak lebih tinggi, musnah dalam waktu kurang dari 15 menit, meninggalkan lubang tanpa dasar. Diperkirakan bencana hebat ini menyebabkan 2.465 orang meninggal dunia.***

Satu Tanggapan to “Tsunami Dahsyat Pulau Seram 1674”

  1. Panji Pranowo said

    Historia Panta Rei….
    Apakah sejarah akan kembali berulang?
    Tetap siaga dan waspada….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s