Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    April 2012
    S S R K J S M
    « Okt   Jul »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Kategori

Posted by Daryono pada April 29, 2012

MEMAHAMI GEMPA BESAR YANG UNIK

Oleh DR. Daryono, S.Si, M.Si.
Peneliti di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

GEMPABUMI besar 8.5 Skala Richter kemali mengguncang bumi Nangroe Aceh Darusalam pada hari Rabu (11/04). Pusat gempabumi ini terletak di Samudera Hindia berjarak 398 kilometer arah baratdaya kota Meulaboh. Dengan kedalaman hiposenter yang hanya 10 kilometer di bawah laut, maka gempabumi ini pun dinyatakan berpotensi tsunami. Namun demikian, patut disyukuri bahwa akhirnya gempabumi ini hanya menimbulkan tsunami kecil di beberapa tempat. Di Lahewa Nias utara ketinggian air laut naik sekitar 1 meter.

Sedangkan di beberapa titik sea level station mencatat, di wilayah Meulaboh ketinggian air laut naiknya hingga 0,8 meter, sedangkan di Sabang air laut naik ke permukaan setinggi 0,6 meter. Gempabumi aceh 2012 menjadi menarik untuk dikaji mengingat kekuatan magnitudonya yang besar tetapi dampak yang ditimbulkannya sangat minimal. Selain itu, gempabumi ini juga memiliki beberapa keunikan terkait akumulasi tegangan yang bekerja dan lokasi pusat gempabuminya.

SYARAT TSUNAMI
Peristiwa gempabumi Aceh 2012 ini jika dibandingkan dengan gempabumi yang pernah mengguncang Aceh 2004, memang sama-sama gempabumi besar namun berbeda dalam dampak yang ditimbulkannya. Jika gempabumi kuat 2004 memicu megatsunami yang menelan ratusan ribu korban jiwa, maka gempabumi 2012 ini sekalipun kekuatannya sangat besar tetapi tidak membangkitkan tsunami yang cukup signifikan.

Gempabumi Aceh 2012 meskipun pusat gempabuminya di laut, bermagnitudo besar, dengan kedalaman dangkal, tetapi mekanisme sumber gempabuminya menunjukkan pergerakan persesaran horizontal (strike-slip fault). Aktivitas transform fault yang mendatar inilah yang membuat ribuan nyawa di pesisir barat Sumatera terselamatkan dari bencana tsunami yang hampir sama dengan tsunami 2004. Fakor mekanime sumber gempabumi inilah yang akhitnya membedakan secara tegas dengan peristiwa gempabumi Aceh 2004.

Terkait dengan peristiwa terjadinya tsunami, maka ada 4 (empat) persyaratan agar gempabumi tektonik dapat memicu tsunami dahsyat, yaitu: (1) kedalaman hiposenter gempabumi harus dangkal kurang dari 70 kilometer, (2) pusat gempabumi terjadi di dasar laut, (3) magnitudo gempabumi cukup besar lebih dari 7,0 Skala Richter, dan (4) patahan yang terjadi akibat gempabumi merupakan patahan vertikal dengan dimensi sesar sangat besar.

Timbulnya tsunami kecil pada peristiwa gempabumi sesar geser ini sangat mungkin disebabkan oleh adanya hole yang vacuum saat terbentuk penyesaran di zona transform fault. Selain itu sesar geser juga dapat menyebabkan tsunami jika pergeserannya tidak murni horisontal, tetapi harus ada sedikit mekanisme dip-slip, sebagaimana sesar gunting. Namun demikian pada umumnya pada penyesaran geser arah gerakan naik turunnya bagaimanapun tetap tidak sebesar kalau penyesaran naik (thrust fault) atau penyesaran turun (normal fault).

GEMPABUMI UNIK

Peristiwa gempabumi Aceh 2012 memiliki beberapa keunikan terkait dengan kekuatan gempabumi, akumulasi tegangan, dan lokasi pusat gempabuminya, yaitu:

Pertama, gempabumi Aceh 2012 dengan mekanisme strike-slip memiliki magnitudo sangat besar, padahal umumnya gempabumi dengan mekanisme sesar horizontal (strike-slip) semacam ini tidak memiliki magnitudo yang besar. Gempabumi kuat biasanya cenderung terjadi di zona penyusupan dangkal atau yang populer disebut sebagai zona megathrust. Di zona megathrust ini sebuah lempeng tektonik menyusup dibawah lempeng yang lain, kemudian tertahan dan membangun akumulasi medan tegangan dalam waktu lama hingga dilepaskan energinya sebagai gempabumi besar.

Kedua, berdasarkan perkiraan para ahli gempabumi, energi medan tegangan di zona seismik sebelah barat Aceh sudah berkurang banyak seiring dengan terjadinya gempabumi megathrust pada 26 Desember 2004 yang memicu tsunami. Namun demikian tanpa diduga di zona seismik yang relatif berdekatan dengan pusat gempabumi utama tahun 2004 lalu masih menyimpan tegangan dan kini terjadi pelepasan energi tegangan di bagian luar daerah pertemuan lempeng (outer rise earthquake) dengan kekuatan sangat besar.

Ketiga, berdasarkan catatan sejarah gempabumi, kejadian gempabumi kuat yang terjadi di luar daerah subduksi semacam ini memang tergolong langka. Belajar kepada kasus gempabumi Aceh 2012 ini maka semakin menjadikan kita yakin bahwa di lepas pantai barat Sumatera dan di selatan Jawa sekalipun, atau di zona seismik manapun yang memiliki kesamaan unsur tektoniknya ternyata pada lempeng samudera belakang zona subduksi masih menyimpan potensi gempabumi kuat (outer rise earthquake) sehingga seyogyanya kenyataan ini akan membuat kita selalu waspada. Fenomena alam semacam ini sebenarnya menjelaskan kepada kita bahwa kondisi beberapa bagian kulit bumi kita memang masih dalam posisi tegangan kritis (critical stress).

Bagi masyarakat pesisir barat Sumatera, kondisi alam yang selalu kurang “bersahabat” ini merupakan konsekuensi yang harus diterima. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua itu adalah risiko yang harus dihadapi sebagai masyarakat yang tinggal dan menumpang di batas pertemuan lempeng tektonik.

Bagi kalangan ahli kebumian dan instansi terkait dengan pemantauan gempabumi, labilnya kawasan Sumatera bagian barat secara tektonik merupakan tantangan untuk mencari jalan keluar, baik upaya mitigasi atau merancang sistem peringatan dini yang digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya memperkecil risiko apabila sewaktu-waktu terjadi gempabumi dan tsunami.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: