Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    Desember 2010
    S S R K J S M
        Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

Hujan Diatas Normal, Waspada Demam Berdarah

Posted by Daryono pada Desember 5, 2010

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogyakarta selama tahun 2010 ini melonjak drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya. Data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menunjukkan, hingga bulan September 2010 sudah terdapat 1.123 kasus DBD, jumlah ini jauh meningkat dari tahun lalu yang hanya 688 kasus dan tahun 2008 yang hanya 768 kasus.

Meningkatnya kasus DBD di Kota Yogyakarta tahun ini diduga memiliki keterkaitan erat dengan kondisi iklim 2010 yang diwarnai dengan kemarau basah akibat adanya fenomena La Nina. Dampak buruk dari curah hujan di atas normal yang terus mengguyur akan menyebabkan makin meningkatnya perkembangan wabah DBD.

Diatas Normal
Prakiraan Musim Hujan 2010/2011 yang dipublikasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jatuh pada bulan Oktober 2010. Sementara itu, berdasarkan prakiraan sifat hujannya, maka seluruh wilayah Kota Yogyakarta dan sebagian besar wilayah Provinsi DIY akan mengalami sifat hujan di atas normal.

Prediksi akan tingginya curah hujan yang akan mewarnai Musim Hujan 2010/2011 di dasarkan kepada prediksi BMKG yang menunjukkan adanya anomali suhu muka laut perairan Indonesia yang nilainya negatif. Suhu muka laut yang hangat di wilayah Indonesia, diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2011, menyebabkan peluang majunya Musim Hujan 2010/2011 di sebagian besar wilayah Indonesia dengan peluang curah hujan tinggi.

Sementara itu suhu muka laut dingin di Ekuator Pasifik Tengah sejak Juni 2010, mengindikasikan terjadinya La Nina, dan diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2011 dengan intensitas La Nina Moderat. Mengacu pada prediksi ini, maka curah hujan tinggi tampaknya akan tetap berpeluang terjadi selama periode Musim Hujan 2010/2011.

Apakah dengan meningkatnya curah hujan di musim hujan seperti yang terjadi saat ini bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat? Jawabannya: bisa! Wabah penyakit infeksi daerah iklim tropis yang mematikan dan sering dikaitkan dengan perubahan pola iklim salah satunya adalah wabah penyakit DBD.

Dari sudut pandang epidemiologis, hadirnya Musim Hujan 2010/2011 dapat menjadi faktor pemicu timbulnya bencana baru yaitu wabah penyakit DBD, melengkapi bencana akibat faktor meteorologis lain seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang akhir-akhir ini sudah menerjang beberapa daerah.

Kondisi curah hujan tinggi selama periode musim hujan, yang diselingi udara panas akibat pergeseran semu matahari yang mulai menuju belahan Bumi selatan akan menyebabkan tingkat kelembapan udara sangat tinggi.

Kondisi lingkungan semacam ini tidak hanya mempengaruhi prevalensi kepada penyakit demam berdarah, tetapi juga dapat mempengaruhi prevalensi penyakit-penyakit lain. Perubahan kondisi iklim menyebabkan orang yang memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit-penyakit tersebut akan menjadi semakin rentan terhadap penyakitnya.

Waspada DBD
Menghadapi kondisi iklim yang kian bervariasi, maka dianjurkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah penyakit DBD.

Sehingga tindakan mitigasi, antisipasi dan adaptasi terhadap kondisi iklim yang kurang menguntungkan makin diperlukan. Apalagi berdasarkan beberapa penelitian, dampak perubahan iklim dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan timbulnya wabah penyakit.

Salah satu contohnya adalah wabah penyakit DBD yang berbasis kepada perubahan iklim, karena perubahan iklim akan menyebabkan terjadinya modifikasi habitat nyamuk aedes aegypti.

Perubahan iklim juga menyebabkan peningkatan suhu udara dan curah hujan pada suatu daerah. Tanpa adanya sistem drainase yang baik maka akan timbul genangan-genangan air yang sangat cocok untuk tempat berkembang biak nyamuk pembawa petaka tersebut.

Risiko terbesar wabah penyakit DBD adalah daerah perkotaan yang memiliki sistem drainase kurang baik. Tanpa ada peningkatan curah hujan saja kondisi daerah perkotaan sudah rentan, apalagi dengan adanya peningkatan curah hujan disertai pemanasan intensif maka wabah demam berdarah akan semakin meningkat.

Sementara dalam siklus hidupnya nyamuk aedes aegypti sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air sebagai media berkembang biak dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Meningkatnya genangan air akan meningkatkan populasi nyamuk.

Dalam aktivitas sehari-hari, nyamuk memerlukan suhu yang tinggi dan didukung oleh udara yang lembap. Hal ini mempercepat nyamuk aedes aegypti menyebarkan virus dengue. Dapat dibayangkan betapa pesat perkembangbiakan nyamuk tersebut yang akhirnya akan meningkatkan risiko epidemik yang kian tinggi.

Sepatutnya masyarakat ikut berperan aktif dalam membantu pemerintah mengupayakan pencegahan penyakit yang dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim ini.

Cara paling efektif memberantas wabah DBD adalah dengan cara ”memotong” siklus perkembangbiakan nyamuk atau bahkan menghilangkan semua habitat nyamuk yang ada. Umur nyamuk rata-rata dalam keadaan normal sekitar 1 bulan berkembang biak dalam genangan air, penampungan air atau air hujan yang tertampung pada barang-barang bekas yang terlindung dari sinar matahari langsung, seperti pada ban bekas, batok kelapa, potongan bambu, drum, kaleng, botol dan lain-lain.

Di sinilah peran seluruh anggota masyarakat semestinya rajin menjaga kebersihan lingkungan hingga tidak memberi kesempatan berkembangnya telur nyamuk maupun larva nyamuk aedes aegypti.

Kapan kondisi aman terhadap ancaman wabah penyakit DBD di wilayah kita masing-masing dapat tercapai? Hasilnya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi keadaan tersebut dengan pro aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: