Daryono BMKG

Selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana

  • Kalender

    Desember 2010
    S S R K J S M
        Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

Cuaca Ekstrim Dampak La Nina

Posted by Daryono pada Desember 5, 2010

BENUA maritim Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera memiliki sistem cuaca dan iklim kontinen maritim yang khas. Meskipun pola cuaca dan iklim terjadi pergiliran yang teratur seperti bergantinya musim hujan dan musim kemarau, namun jika terjadi penyimpangan iklim, seringkali timbul aktivitas cuaca ekstrim yang memicu terjadinya bermacam-macam bencana alam akibat faktor meteorologis.

Seperti saat ini, anomali iklim telah menyebabkan cuaca ekstrim berupa hujan di atas normal di sebagian besar wilayah Indonesia. Dampak cuaca ekstrim telah memicu sejumlah bencana alam, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang terjadi di berbagai daerah.

Dampak terburuk yang mungkin timbul dari cuaca ekstrim adalah tingginya curah hujan yang terus mengguyur dan berlangsung berkepanjangan. Jika ini terjadi dikhawatirkan kita akan dihadapkan kepada sejumlah kerentanan, seperti kerentanan pangan dan ekosistem.

Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam dampak cuaca ekstrim yang mungkin terjadi di daerahnya.

Cuaca Ekstrim
Secara umum cuaca ekstrim merupakan kondisi cuaca yang terjadi pada waktu tertentu yang melampauai kondisi normalnya. Berdasarkan data curah hujan hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di berbagai daerah menunjukkan bahwa curah hujan sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2010 di atas 50 mm per hari.

Ini berarti hampir sebagian besar wilayah Indonesia terjadi curah hujan dengan frekuensi yang terus meningkat. Data curah yang dipantau dari beberapa pos hujan juga menunjukkan bahwa curah hujan selama tiga dasarian terakhir berada diatas nilai normalnya. Ini mengindikasikan bahwa awal musim hujan 2010/2011 akan tiba lebih awal.

Penyimpangan iklim yang memicu cuaca ekstrim berupa tingginya curah hujan di musim kemarau seperti saat ini tidak lepas dari beberapa faktor pengendali curah hujan seperti memanasnya suhu muka laut perairan Indonesia.

Meningkatnya suhu muka laut menyebabkan makin intensifnya proses penguapan dan pembentukan awan yang akan menyebabkan melimpahnya curah hujan.

Meningkatnya suhu muka laut perairan Indonesia telah mempengaruhi kondisi cuaca di atmosfir Indonesia sejak awal Agustus 2010. Seharusnya sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, kenyataannya hujan deras masih tetap saja mengguyur secara sporadis di berbagai daerah.

Bagi kalangan pengamat cuaca dan iklim fenomena musim kemarau yang diwarnai curah hujan deras seperti saat ini dinamakan sebagai kemarau basah, sementara masyarakat Jawa menyebut fenomena ini sebagai kejadian ”salah mongso”.

Memanasnya suhu permukaan laut yang hampir merata di seluruh wilayah Indonesia ini hampir sama dengan kondisi iklim tahun 1998. Penyimpangan iklim ini dikatakan unik karena disamping sangat ekstrim, kejadiannya juga berlangsung secara merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Catatan kemarau basah yang pernah terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa cuaca di tahun 2010 ini ternyata merupakan kondisi paling ekstrim selama 12 tahun terakhir.

Dampak La Nina
Selain diakibatkan oleh pemanasan suhu permukaan laut, cuaca ekstrim di wilayah Indonesia akhir-akhir ini terjadi akibat dampak La Nina. La Nina merupakan peristiwa mendinginnya suhu muka laut di samudera pasifik equator bagian tengah diikuti oleh memanasnya suhu muka laut di perairan Indonesia.

Dengan kata lain suhu muka laut di kawasan Indonesia di atas normal dan di samudera pasifik equator bagian tengah di bawah normal. Wilayah Indonesia yang terletak di sebelah barat Pasifik akan mengalami tekanan udara rendah akibat menghangatnya suhu muka laut.

Karena wilayah Indonesia mengalami tekanan yang lebih rendah, maka massa udara yang mengandung uap air akan mengalir ke wilayah Indonesia membentuk zona konvergensi massa udara.

La Nina menyebabkan penumpukan massa udara yang banyak mengandung uap air di atmosfir Indonesia, sehingga potensi terbentuknya awan hujan menjadi semakin tinggi. Akibatnya pada bulan-bulan di pertengahan tahun 2010 yang seharusnya berlangsung musim kemarau kini justru turun hujan deras di berbagai daerah.

Prediksi BMKG menunjukkan adanya anomali suhu muka laut yang negatif. Prakiraan yang sama juga dikeluarkan sejumlah lembaga pemantau cuaca dunia seperti NOAA (USA), BOM (Australia), Jamstec (Jepang) yang juga menunjukkan adanya anomali suhu muka laut negatif.

Pada bulan Agustus hingga September 2010 diprediksi terjadi fenomena La Nina moderat, sedangkan pada Oktober 2010 hingga Januari 2011 akan terjadi fenomena La Nina kuat. Prediksi suhu muka laut perairan Indonesia yang akan terus hangat hingga bulan Desember 2010.

Fenomena La Nina juga diprediksi akan terus dominan hingga Maret 2011 selanjutnya menuju kondisi netral pada bulan April 2011. Data pemantauan suhu muka laut perairan Indonesia menunjukkan bahwa La Nina 2010 menyebabkan suhu perairan Indonesia menjadi paling hangat sepanjang 12 tahun terakhir. Mengacu pada prediksi ini, maka cuaca ekstrem masih akan tetap berlangsung di wilayah Indonesia hingga akhir tahun ini.

La Nina telah menimbulkan dampak penyimpangan iklim yang cukup signifikan. Seperti saat ini, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam periode musim kemarau, tetapi cuaca ekstrim justru melanda berbagai daerah di tanah air.

Curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang telah memicu terjadinya sejumlah bencana alam di beberapa daerah yang semestinya sedang berlangsung cuaca panas dan kering akibat kemarau.***

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: